Dio Marciano 27 September jam 9:58 Balas
Peter dan Tina
Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku.”
Peter: “Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. Cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang.”
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. Kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? Permainan apaan?”
Tina: “Eng… Gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. Gimana menurutmu?”
Peter: “Baiklah…. Lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan.”
Tina: “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… Semangat dong! Hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”
Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. Katanya film itu bagus”
Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. Tar pulang nonton kita ke
karaoke ya…
Ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.”
Peter: “Boleh juga…”
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”, kemudian peramal itu
meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20
Tina: “Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter: “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. Kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya”
Peter mengangguk. Kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.
15:30
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter: “Ada apa pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya.”
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter…
Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu…!”
Jam dinding berdentang 12 kali…. Jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
Well, ternyata anjing jga punya cinta terlarang yg gak bleh kita remehkan
Berawal dari datangnya 2 buah anjing tmen gw yg main ma anjing gw. Anjing gw mulai rada gila, kayak pemiliknya. Bgini, sang anjing satu kita samarkan menjadi Baba, dan anjing 2 menjadi cecile (maaf klo ad yg namanya di pke)
semenjak datangnya 2 setan kecil itu ke rumah gw dan bermain dengan gw. Slidik demi selidik gw menyelidiki tentang kisah asmara mereka bertiga. Wow, cinta segitiga.
Back to cerita, ternyata si cecile ini lbih dket ma anjing gw dri pada ma Baba. perlu di akui, klo mreka cecile dan baba itu adalah anjing kampung !! Astaga, Karena anjing kampung itu jelek, maka gw mulai gila ma tu 2 mahkluk.
Kejadian buruk ini terjadi ketika gw pulang dari sekolah dan terkurung diluar rumah. Datanglah 2 setan kecil tersebut menemani anjing gw. gw Jalan bentar, eh gk tw nya pas gw balik meratiin mreka anjing gw bersama c*cile doggie style. Sungguh peristiwa suci alam yg tidak terhingga biadabnya.
Baba yg melihat berusaha melerai mereka, namun dengan pikiran ilahi dan suci gw, maka gw melarang tugas tersebut.
gw harus milih, antara baba atau anjing gw yg gw bela. karena mereka gk bisa di adu main catur. keputusan berpihak kepada Anjing gw.
si Baba yg sudah berdarah dingin cemburunya langsung menyerang dengan membabi buta, tpi untuk kasus ini adalah menganjing buta. Baba menerjang Anjing gw yg sedang menikmati kenikmatan neraka bersama C*cile. melihat musuh datang Anjing gw lompat dan segera menyerang balik baba.
namun takdir berkata lain, takdir tidak dapat diubah. anjing gw kalah dan terpaksa mundur dari medan tempur. mengetahui anggota gw kalah, maka dengan gagah berani gw lempar baba tuh pke pupuk kandang. itu loh yg bentuknya bulet-bulet dan bau !!
sebelum sempet gw melepas dan melempar celana gw. namun sang malaikat datang menjemput 2 setan kecil. setelah melihat kepergian keduanya yg sangat menharukan, gw mulai mencari si Anjing.
Anjing gw ilang, maka :
nyokap : mana tuh yg suka berak sembarangan ??
gw : hah siapa bu ??
nyokap : itu slho anjing mu.
swt…..
gw udah gila ama rubik, ampe gw pingin kawin ma mereka (kidding). waktu itu kira-kira sebulan yg lalu gw sedang berjalan pulang sekolah layaknya cacing kepanasan ke rumah, ya iyalah pulang yg pasti kerumah…
well, pas lagi jalan dengan merenungkan ap yg akan gw lakukan di rumah, tidak d sangka gw liat seongkol Rubik 3x3 yg sudah lecet-lecet + tergeletak di jalan. gw membayangkan betapa sedihnya pemilik rubik ini ketika kehilangan benda yg sangat penting bagi idupnya, sambil bengong n mikirin siapa kah pemiliknya, dengan tidak sengaja gw tersandung tumpukan Daun yg sedang di sapu om-om…
dengan gagah berani gw memakai langkah seribu… Namun, Nasib Berkata lain, gw tersandung terotoar dan jatuh dengan suksesnya…
Perjalan menuju rumah masih jauh, gw sudah letih lesu, gw kembali mikirin siapakah pemiliknya, Apakah Anjing ?? Kucing ?? Manusia ?? Pertanyaan tersebut membuat gw pusing sendiri…
setelah gw berjalan dengan segenap jiwa raga gw, akhirnya sampe di rumah… dengan memegan seoongkol Rubik Gembel di jalan. gw duduk di depan komputer, memainkan komputer dan “dep”…. Anjrit, Mati lampu !! ap gerangan yg terjadi ?? apakah karena sekring ?? kabel cacat ?? akhirnya tanpa pikir panjang gw tidur di depan komputer mati yg sudah tidak ad harapan hidup lagi…
4 jam berlalu, gw liat sekeliling gw kok gk ad orang. dan gw liat jam di dinding dan ternyata sudah menunjukan pukul 8 malem… Anjrit, masih mati listriknya, gw triak-triak minta tolong juga gk akan ad yg mau nolongin sebuah manusia ini. dan gw tidak melihat mobil di garasi !!
OH MY GOD !! aku sendirian di rumah yg gelap dan dikunci, gw masih tetap memikirkan ap gerangan yg terjadi. Namun Rubik yg gw temukan itu hilang !! sempet tersirat di kepala gw jangan-jangan itu cursed Rubik, coz gw sial molo gara-gara dekat tuh rubik. apakah salah manusia suci ini hingga mendapatkan benda yg aneh seperti itu ?? gw cari-cari n ternyata ketemu di kamar yg nun jauh keberadaannya di dalam rumah gw.
jangan-jangan ini rubik yg dikutuk, jangan-jangan ad arwah kucing di dalam nya. denga Suara lantang gw teriak “Kya….” dan ternyata listrik sudah nyala dan ortu dah pulang, HORE, hidup gw selamat karena triakan cwe…
well, gw langsung aj flush tuh rubik, tpi gk ad gunanya… Kembali berpikir dengan keras, ide brilian tersirat di pikiran gw klo mungkin gw makan aj. tpi gw tkut ntar kna diare rubik. Ide lain yg cemerlang gw temukan setelah melihat perjuangan adek gue ngelempar kertas ke tempat sampah. Pusing, mending lempar tuh rubik ke hutan d dekat rumah.
Seperti biasa, setelah pulang dari kegiatan manapun gw pasti selalu duduk d pojok ruangan mengHOMO bersama komputer
Hari itu sepulang sekolah, setelah mennganti baju, gw berjalan dengan anggun bagai Raja yg akan di lantik ke depan komputer, setelah menyalakan komputer dan monitor, gw langsung dikejutkan oleh fakta yg sangat mengejutkan dan tak bisa di bantah lagi…. MONITOR GW RUSAAAKKKK !!
Gw terbayang masa-masa indah bersama ntuh monitor selama 1 tahun ! bayangkan, sebuah manusia dgn seekor monitor selama 1 tahun terkenang kembali… Mulai dari triak-triak, tertawa, curhat, dll Nonton Film Prince of Tennis, X-Men, Doraemon !! aheemm…. maksudnya film dewasa !!
emang sih monitor jahanam itu telah bermasalah sejak 1 minggu yg lalu, namun hari itu merupakan klimaksnya. gw sempet denger bunyi “Bzzzztttt” yang menandakan perjuangan hidup seekor monitor untuk tetap menemani gw. Nah sekarang gw mau make ap ni ?? Tipi ?? mo pake di ruang keluarga rebutan nonton telenovela Siluman. mo di kamar di pake ma adek gw nonton Dora.
Tapi Tuhan berkata lain… hari ini gw pulang sekolah dgn niat jahat untuk membanting tuh monitor jahanam biar idup (Depresi Berat), jadi gw mengangkat tinggi tuh monitor, goyang-goyang, pukul pke tangan ampe tangan gw mati rasa dan Viola, Monitor Gw idup…. Namun itu hanya bertahan skitar 5 detik setelah idup dah bunyi “BZZZZTTTT” terdengar kembali. Gw liat dan ternyata tuh Monitor dah mati… Kumpret….
Dengan Gagah berani gw triak-triak sendiri ma tuh Monitor :
gw : oi monitor, bangun lo !!
Monitor : …..
Gw : Jawab gak ??
Monitor : …..
Gw : mau Gw buang ke empang lo ??
Monitor : ….
Gw membayangkan ap jadinya klo begini jadinya
gw : oi monitor, bangun lo !!
Monitor : knapa, lo gk senang ??
Gw : Weh, knapa lo gk mau idup ??
Monitor : Suka gw donk, dasar edan !!
Gw : mau Gw buang ke empang lo ??
Monitor : Gak mungkin lo berani ma Gw…
Gw : Mendingan lo gw jual
Swt…… -_-a
Beberapa Minggu Kemudian gw jual tuh monitor dgn Harga murah meriah…
alhasil, Viola, Monitor baru datang berkat ortu gw…
Oh ya, klo menghadapi Barang yg rusak Jangan Gila